Kenapa Brand Anda Butuh Sustainability Report yang Sesuai Standar SPK Indonesia
Ehsan
1 min read
Apa itu SPK Indonesia?
Pada 2025, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) meluncurkan Standar Pelaporan Keberlanjutan (SPK) yang mengacu pada standar global IFRS Sustainability Disclosure Standards (ISSB). Regulasi ini akan wajib digunakan mulai 2027 oleh perusahaan publik dan emiten di Indonesia.
SPK hadir untuk menyatukan format laporan keberlanjutan agar lebih mudah dipahami investor, regulator, dan publik.
Bagikan:
Kenapa Sustainability Report Penting untuk Brand Anda?
Meningkatkan Transparansi
Publik dan investor kini semakin kritis terhadap dampak sosial dan lingkungan. Sustainability report menunjukkan bahwa brand Anda serius menjaga kepercayaan.Kepatuhan Regulasi
Dengan adanya SPK, perusahaan tidak bisa lagi membuat laporan sekadar formalitas. Harus ada data yang sesuai standar dan bisa dipertanggungjawabkan.Citra Positif & Diferensiasi Brand
Perusahaan yang punya laporan keberlanjutan yang rapi dan informatif akan menonjol dibanding kompetitor yang tidak punya.Mudah Dipahami Stakeholder
Sustainability report yang didesain dengan baik mempermudah pembaca menyerap informasi penting, tanpa harus membaca ratusan halaman yang membingungkan.
Bagaimana EMITR Bisa Membantu?
Sebagai creative agency dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, EMITR memahami kebutuhan perusahaan dalam menyajikan laporan tahunan & keberlanjutan.
Kami menghadirkan:
Infografik elegan & informatif untuk visualisasi data ESG
Desain representatif yang menjaga kredibilitas brand
Proses kerja kolaboratif agar sesuai regulasi & karakter perusahaan
Dengan EMITR, sustainability report Anda bukan hanya sekadar kewajiban, tapi juga alat komunikasi brand yang kuat.
© 2025 Sustainability Report RELF 2025
Tantangan Perusahaan dalam Membuat Sustainability Report
Kompleksitas Data: banyak perusahaan kesulitan menyajikan data ESG (Environment, Social, Governance) dengan format yang mudah dipahami.
Desain Membosankan: laporan sering hanya berupa teks panjang, tanpa visualisasi yang kuat.
Desain Membosankan: laporan sering hanya berupa teks panjang, tanpa visualisasi yang kuat.
Keterbatasan Waktu: deadline tahunan sering ketat, padahal laporan harus detail.
© 2025 Annual Report AALI 2025




